Law Enforcement Against Trafficking in Persons: A Case Study of the Banda Aceh Class I Immigration Office

Authors

  • Muhammad Andalas Mursyid UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia
  • Amrullah Amrullah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia
  • T. Surya Reza UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47498/maqasidi.v6i1.6381

Keywords:

Law Enforcement, Human Trafficking, Special Criminal Cases

Abstract

This study examines the effectiveness of law enforcement against human trafficking by the Banda Aceh Class I Immigration Office through a multidimensional preventive approach. Using a qualitative method with a normative-empirical approach, this study found that suspected TPPO cases in Aceh increased from 3 cases in 2023 to 10 cases by August 2025, driven by factors such as poverty, low migration literacy, and promises of high wages via social media. Key law enforcement strategies implemented include strict verification of travel documents, which successfully prevented the issuance of 473 passports linked to potential human trafficking throughout 2025, as well as the establishment of 21 Immigration-Assisted Villages and PORA Teams for the monitoring of foreign nationals. Although protective measures have been provided through restitution and rehabilitation in accordance with human rights standards, their implementation remains hampered by a lack of interagency coordination, passport bribery practices, and technological limitations in remote areas. This study recommends the need for a transformation in working methods toward early prediction by integrating biometric facial and fingerprint recognition technology, strengthening cross-sectoral coordination, and implementing comprehensive policies to address the root causes of poverty in rural Aceh in order to protect prospective migrant workers sustainably.

References

Adudu, R. R., dkk. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana perdagangan orang di Indonesia. Lex Crimen EJournal Unsrat, 3-4.

Antara News Aceh. (2025, 25 Juli). Imigrasi bentuk 21 desa binaan cegah TPPO. dari https://aceh.antaranews.com/berita/388993 (diakses pada 18 Januari 2026)

Auria, F., & Gischa, S. (2022, 2 Agustus). Perdagangan manusia: Pengertian, faktor, dan pelindungan korban. Kompas. dari https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/02/143000069/perdagangan-manusia-pengertianfaktor-dan-perlindungan-korban?page=all (diakses pada 5 Februari 2026)

BP3MI Aceh. (2025). Laporan korban TPPO Aceh 2024-2025.

Direktorat Jenderal Imigrasi. (2024). Laporan tahunan Direktorat Jenderal Imigrasi 2024. Kementerian Hukum dan HAM.

Direktorat Jenderal Imigrasi. (2026). Data keberangkatan PMI Aceh 2024-2025. Kementerian Hukum dan HAM.

Disnaker Kota Tangerang. (n.d.). Syarat-syarat CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) bekerja luar negeri. dari https://disnaker.tangerangkota.go.id/persyaratan/21 (diakses pada 14 Januari 2026)

Farhansyah, M. (2023). Strategi penanganan TPPO Polresta Banda Aceh: Studi kasus Rohingya [Skripsi Sarjana, UIN Ar-Raniry].

Ferdian, T. (2026, 13 Januari). Wawancara pribadi dengan Kasi Lantaskim, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh. Banda Aceh.

Kamal, M. (2019). Human trafficking: Penanggulangan tindak pidana perdagangan manusia di Indonesia. Makassar, Social Politic Genius (SIGn).

Kantor Imigrasi Banda Aceh. (2025). Laporan pengawasan WNA TPI 2025. Kementerian Hukum dan HAM.

Kanwil Imigrasi Aceh. (2025). Laporan tahunan penolakan paspor TPPO 2025. Kanim Banda Aceh.

Kulsum, K. U. (2021, 13 Agustus). Data dan fakta perdagangan orang di Indonesia. Kompas Pedia. dari https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/data-danfakta-perdagangan-orang-di-indonesia (diakses pada 5 Februari 2026)

Lemhannas RI. (2025). Penguatan penanganan TPPO transnasional (Laporan Penelitian).

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram, Mataram University Press.

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. Medan, Harfa Creative.

Nurhaliza, S. (2020). Penegakan hukum terhadap orang asing yang melanggar izin di wilayah hukum Imigrasi Kelas I TPI Pontianak. Jurnal Hukum dan Yustisi.

Oktafian, I. (2023, 10 Februari). Korban perdagangan orang ke Kamboja dijadikan operator situs judi dan porno. Detik News. dari https://news.detik.com/berita/d6562681/korban-perdagangan-orang-ke-kamboja-dijadikan-operator-situs-judi-dan-porno (diakses pada 5 Februari 2026)

Panjaitan, R. (2025). Optimalisasi peran imigrasi dalam pencegahan TPPO. Jurnal Innovative Hukum, 6(1), 45-62.

Pratiwi, R. A. (2022). Bab II pengaturan tentang masuk keluarnya warga negara. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Pattimura.

RRI.co.id. (n.d.). Kasus TPPO di Aceh naik drastis. dari https://rri.co.id/banda-aceh/hukum/1868456/kasus-tppo-di-aceh-naik-drastis (diakses pada 5 Februari 2026)

Sujatmoko, A. (2016). Hukum HAM dan hukum humaniter. Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Susilo, A. B. (2011). Penegakan hukum yang berkeadilan dalam perspektif filsafat hermeneutika hukum: Suatu alternatif solusi terhadap problematika penegakan hukum di Indonesia. Perspektif, 16(4), 215–228.

Syahrin, M. A. (2018). Menakar kedaulatan negara dalam perspektif keimigrasian. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(1), 43–57.

Syamsudin, A. (2016). Tindak pidana khusus. Jakarta, Sinar Grafika.

Triningsih, A. (2020). Hukum ketenagakerjaan: Kebijakan dan perlindungan tenaga kerja dalam penanaman modal asing. Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Law Enforcement Against Trafficking in Persons: A Case Study of the Banda Aceh Class I Immigration Office. (2026). MAQASIDI: Jurnal Syariah Dan Hukum, 6(1), 127-136. https://doi.org/10.47498/maqasidi.v6i1.6381