REINTERPRETING THE DOMESTICATION OF WOMEN IN MARRIAGE THROUGH QIRA’AH MUBADALAH
Keywords:
Qira’ah Mubadalah, Domestikasi, Keadilan ganderAbstract
Domestikasi perempuan dalam pernikahan merupakan persoalan yang telah lama mengakar dalam fiqh al-munakahat dan terus melanggengkan relasi gender yang tidak setara di dalam rumah tangga Muslim. Pemahaman tradisional yang mengurung perempuan pada peran-peran domestik seringkali lahir dari penafsiran literal dan patriarkal atas ayat-ayat Al-Qur'an serta hadis Nabi, khususnya menyangkut konsep qiwamah dan ketaatan istri. Pergeseran realitas sosial di era modern menuntut pembacaan yang lebih kontekstual dan egaliter terhadap sumber-sumber tersebut. Qira'ah Mubadalah, yang digagas oleh Faqihuddin Abdul Kodir, menawarkan kerangka transformatif yang menekankan kesalingan, keadilan, dan kesetaraan dalam relasi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manifestasi domestikasi perempuan dalam diskursus fiqh klasik, serta sejauh mana Qira'ah Mubadalah merekonstruksi konsep relasi pernikahan menuju kesetaraan dan keadilan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif normatif-filosofis, penelitian ini menganalisis teks-teks hukum Islam klasik dan kontemporer melalui analisis isi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa domestikasi perempuan dalam fiqh tradisional lebih bersumber dari patriarki sosio-kultural daripada dari prinsip-prinsip Islam yang sesungguhnya. Penafsiran Mubadalah membingkai ulang pernikahan sebagai kemitraan yang bersifat timbal balik (mu'āsyarah bi al-ma'rūf), dengan menekankan kerja sama dan tanggung jawab bersama, bukan subordinasi. Qira'ah Mubadalah hadir sebagai model hermeneutika progresif yang mampu mendekonstruksi pembacaan patriarkal atas pernikahan dan merekonstruksi hukum keluarga Islam selaras dengan prinsip-prinsip keadilan gender.
References
Ahmad, Z. A., & Falah, M. B. (2024). A progressive interpretation of QS An-Nisa: 34: A comprehensive exploration of family leadership in the field of gender. Ar-Risalah: Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam, 22(1), 78–94. https://doi.org/10.69552/ar-risalah.v22i1.2354
Anisa, L. N. (2024). Kritik konstruksi relasi gender dalam keluarga Islam: Telaah pemikiran Asma Barlas dan Amina Wadud Muhsin. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan, 2(4), 41–52. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v2i4.1583
Arifin, A. Z., & Falah, M. B. (2024). A progressive interpretation of QS An-Nisa: 34: A comprehensive exploration of family leadership in the field of gender. Ar-Risalah: Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam, 22(1), 78–94. https://doi.org/10.69552/ar-risalah.v22i1.2354
Bahri, S., & Fiqria, N. (2022). Pengarusutamaan gender dalam penafsiran Al-Qur’an menurut Amina Wadud Muhsin. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah: Media Kajian Al-Qur’an dan Al-Hadits Multi Perspektif, 19(2), 137–146. https://doi.org/10.22373/jim.v19i2.13522
Caff, M. A., & Zinatun, S. (2016). Partisipasi politik perempuan dalam Al-Qur’an. Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran, 1(2), 163–182. https://doi.org/10.20871/tjsq.v1i2.29
Hasanah, A. N. (2024). Mîtsâqan ghalîzan: Kajian tafsir ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pernikahan. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 6(1), 44–67. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v6i1.13839
Handayani, Y., & Hadi, M. N. (2020). Interpretasi progresif hadis-hadis tema perempuan: Studi aplikasi teori Qira’ah Mubadalah. Humanisma: Journal of Gender Studies, 4(2), 157–176. https://doi.org/10.30983/humanisme.v4i2.3462
Husein, M. K. (2021). Islam agama ramah perempuan. Yogyakarta: IRCiSoD.
Iqbal, L. M., Pratama, A., & Pratiwi, S. (2024). Wanita karir menurut mufassir (Analisis terhadap Surah Al-Ahzab ayat 33 perspektif tafsir Ibnu Katsir). An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 562–573. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v4i2.443
Janah, N. (2017). Telaah buku Argumentasi Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an karya Nasaruddin Umar. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(2), 167–186. https://doi.org/10.21580/sa.v12i2.1707
Junaidi, & Sukanti, N. D. (2022). Perempuan dengan peran ganda dalam rumah tangga. Saree: Research in Gender Studies, 4(1), 25–37. https://doi.org/10.47766/saree.v4i1.632
Kodir, F. A. (2021). Qira’ah Mubadalah. Yogyakarta: IRCiSoD.
Lala, I. (2012). An analysis of the sources of interpretation in the commentaries of Al-Tabari, Al-Zamakhshari, Al-Razi, Al-Qurtubi, and Ibn Kathir. QURANICA: International Journal of Quranic Research, 2(1), 17–48.
Laluddin, H., et al. (2014). The contract of marriage and its purposes from Islamic perspective. Asian Social Science, 10(2), 139–148. http://dx.doi.org/10.5539/ass.v10n2p139
Maula, B. S. (2014). Keniscayaan pembacaan ulang tafsir agama untuk menegaskan kesetaraan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Islam. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 9(1), 121–132. https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/yinyang/article/view/1192
Mernissi, F. (1987). Beyond the veil: Male-female dynamics in modern Muslim society (Rev. ed.). Bloomington, IN: Indiana University Press.
Muhammad, H. (2021). Islam agama ramah perempuan. Yogyakarta: IRCiSoD.
Nikmatullah. (2024). Male ulama reinterpretation of the gender hadith in Indonesian socio-cultural contexts. Pharos Journal of Theology, 105(2). https://doi.org/10.46222/pharosjot.105.213
Nur, A. (2012). M. Quraish Shihab dan rasionalisasi tafsir. Jurnal Ushuluddin, 18(1), 21–33.
Putra, M. H. A., & Sumbulah, U. (2020). Memaknai kembali konsep nusyuz dalam Kompilasi Hukum Islam perspektif gender dan maqashid syariah Jasser Auda. Egalita, 15(1). https://doi.org/10.19109/muqaranah.v6i1.11164
Rofi’i, H. Y., et al. (2024). Fikih Mubadalah and its challenges: A study of household conflict resolution in Lampung Province. Journal of Islamic Mubadalah, 112–128. https://doi.org/10.70992/w0xa2n54
Rizki, D., Oktalita, F., & Sodiqin, A. (2022). Maqasid Sharia Perspective in Changes the Marriage Age Limits for Women According to Law Number 16 of 2019. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 7(2). https://doi.org/10.29240/jhi.v7i2.4016
Syamsuar, S., Chapakia, A. O., Hamsa, A., & Amelia, A. (2024). Integration of Maqashid Syaria in Nurcholish Madjidâ€TMs Thingking about Principles for Effective Good Governance. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 9(1), Article 1. https://doi.org/10.29240/jhi.v9i1.9701
Subhan, Z. (2015). Al-Qur’an dan perempuan. Bandung: Prenada Media.
Wadud, A. (2013). Inside the gender jihad: Women’s reform in Islam. Praktyka Teoretyczna, 8, 249–262.
Zakiyah, U., & Ghifari, M. (2023). Analysis of the application of Qirā’ah Mubādalah as a method of interpretation of gender hadith: Study of the thoughts of Faqihuddin Abdul Kodir. Islamic Studies Journal, 3(2), 77–92. https://doi.org/10.24090/isj.v3i2.10027
