Ekspedisi Sungai Singkil sebagai Model Pengabdian Masyarakat dalam Pelestarian Warisan Budaya Lokal

Authors

  • Ramli Ramli STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Jovial Pally Taran Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Ahmad Nasir STAI Syekh Abdurrauf Aceh Singkil

DOI:

https://doi.org/10.47498/meuseuraya.v4i2.6295

Keywords:

Sungai Singkil, Pelestarian Budaya, Potensi Lokal

Abstract

Sungai Singkil merupakan ruang hidup sekaligus jalur peradaban yang membentuk identitas sosial, budaya, dan religius masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam sejak masa lampau. Namun, arus modernisasi, perubahan tata ruang, serta degradasi lingkungan berpotensi melemahkan kesadaran kolektif terhadap nilai historis dan kultural sungai tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Ekspedisi Sungai Singkil yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I pada 12–15 November 2025. Metode pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan lintas disiplin, melibatkan akademisi, peneliti, jurnalis, budayawan, serta komunitas lokal. Bentuk kegiatan meliputi penelusuran jalur sungai dan pesisir, observasi langsung aktivitas budaya masyarakat, dokumentasi tradisi lisan dan kesenian lokal, diskusi publik, serta seminar kebudayaan. Ekspedisi ini juga mengunjungi situs-situs bersejarah penting seperti makam Hamzah Fansuri, kompleks makam Kerajaan Kuta Baharu, serta empat pulau terdepan Singkil Utara. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan peserta terhadap Sungai Singkil sebagai ruang peradaban, sumber pengetahuan lokal, dan modal sosial bagi pemajuan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumentasi budaya dan rekomendasi awal bagi pengembangan pendidikan sejarah lokal dan pariwisata budaya berbasis sungai. Program pengabdian ini diharapkan berkontribusi pada upaya pelestarian warisan budaya, penguatan identitas kultural masyarakat Singkil, serta pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.

References

Al Fairusy MA, M., Pally Taran JPT, J., & Feener MF, R. M. (2024) Kontestasi Kuasa Dalam Perdagangan Rempah Di Pantai Barat Dan Selatan Aceh Abad Ke 18 Hingga 19 M. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 14(1), 5. https://doi.org/10.17510/paradigma.v14i1.1421

Al Fairuzy, M. (2018). “Kehidupan Sekeruh Air Di Ladang Sawit”(Kajian Kemiskinan Masyarakat Perbatasan, Kabupaten Aceh Singkil). Community: Pengawas Dinamika Sosial, 1(1).

Efendi, S., Ramli, R., Erick, B., Kasih, D., Andhika, M. R., Akmal, F., KN, J., & Isma, Y. S. (2025). Metodologi Pengabdian Masyarakat. Pena Cendekia Pustaka.

Hudson, N. W., & Cheatle, R. J. (Eds.). (1993). Working with farmers for better land husbandry. London, England: Intermediate Technology Publications.

Husni, A., Ismail, S., Nasruddin AS, N. A., Abubakar, B., Idria, R., Hermansyah, H., ... & Al Fairusy, M. (2024). Batu Nisan di Situs Binanga Sebagai Indikasi Pemukiman Muslim Kuno di Pantai Barat Aceh. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 14(1), 3. https://doi.org/10.17510/paradigma.v14i1.1397

Inayatillah, I., Rahmawati, P., Suryadi, S., Ramli, R., Al Fairusy, M., Taran, J. P., & Kurniawan, A. (2024). The Strategic Role of Islamic Kingdoms in Aceh in the 18th and 19th Centuries: The Case of Trade in Kuala Batee and Trumon. Journal of Al-Tamaddun, 19(1), 311-334. https://doi.org/10.22452/JAT.vol19no1.22

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lynn, Marg (2017). Community development: community-based alternatives in an age of globalisation (3rd edition). Monash University. Journal contribution. https://doi.org/10.4225/03/5930bb208a9e2

Pohan, Z. R. (2021). Sejarah Tanpa Manusia: Historiografi Abad VII‒XXI: Jejak Pustaka. Jejak Pustaka, Yogyakarta.

Rahmawati, P., Kurniawan, A., Hamsa, A., & Wahyunita, W. (2023). Sosialisasi Potensi Jalur Rempah di Barat Selatan Aceh. MEUSEURAYA-Jurnal Pengabdian Masyarakat, 118-128. DOI: https://doi.org/10.47498/meuseuraya.v2i2.2265

Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Jakarta

Sanusi, A., Arif, F., & Hasyim, R. S. (2022). Perubahan eksistensi sungai dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota cirebon pada masa hindia belanda tahun 1900-1942. Yayasan Wiyata Bestari Samastra, Cirebon.

Throsby, D. (2001). Economics and culture. Cambridge: Cambridge University Press.

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. Paris: UNESCO.

Downloads

Published

2025-12-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Ekspedisi Sungai Singkil sebagai Model Pengabdian Masyarakat dalam Pelestarian Warisan Budaya Lokal. (2025). MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 295-304. https://doi.org/10.47498/meuseuraya.v4i2.6295