Procedural Justice and the Burden of Marital Dissolution in Contested Divorce Cases: Insights from Islamic Legal Philosophy
DOI:
https://doi.org/10.47498/maqasidi.v5i2.6290Keywords:
Procedural Justice, Legal Consequences of Ṭalāq, Divorce LawsuitAbstract
This research seeks to find a legal breakthrough in providing ease for ex-wives to obtain their rights due to divorce initiated by the husband in cases where the wife is the initiator. Understanding normatively the provisions that regulate the imposition of rights due to divorce on the ex-husband always poses difficulties for the ex-wife - not to say it is an impossible endeavor. However, from the perspective of Islamic legal philosophy, these regulations can lead to legal breakthroughs that provide ease for the ex-wife to obtain her rights. This research aims to explore legal breakthroughs that can be applied in judicial decisions to facilitate the former wife's access to her rights. With a normative and philosophical analysis approach, this research successfully discovered a legal breakthrough in the form of procedural justice that can be applied by judges in their rulings. The breakthrough consists of an addition to the dictum of the verdict that explicitly grants legitimacy to the authorized official who issues the divorce certificate, in this case, the court clerk, to withhold the ex-husband's divorce certificate until the ex-husband, who has been sentenced to fulfill the rights resulting from the divorce for the ex-wife, has actually fulfilled his obligations.
References
Abustan. (2020). Filsafat hukum: Konsepsi dan implementasi. RajaGrafindo Persada.
Albani Nst, M. S. (2015). Perspektif filsafat hukum Islam atas hak dan kewajiban suami istri dalam perkawinan. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 15(1).
Alhamdani, H. S. A. (1989). Risalah nikah (Hukum perkawinan Islam) (A. Salim, Trans.). Pustaka Amani.
Arto, A. M. (n.d.). Penemuan hukum Islam demi mewujudkan keadilan: Membangun sistem peradilan berbasis perlindungan hukum dan keadilan. Pustaka Pelajar.
Ass Shan’ani, M. b. I. A. A. (n.d.). Subulus salam (Terj.). Daarus Sunnah.
Az Zuhaili, W. (n.d.). Fiqhul Islam wa adillatuhu (Vol. 9, Terj.). Dar al-Fikr.
Bakir, H. (2015). Filsafat hukum: Tema-tema fundamental keadilan dari sisi ajaran fiat justitia ruat caelum. Pustaka Pelajar.
Basyir, A. A. (n.d.). Pokok-pokok persoalan filsafat hukum Islam. UII Press.
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. (2013). Buku II: Pedoman pelaksanaan tugas dan administrasi badan peradilan agama (Vol. II).
Doi, A. R. I. (1992). Perkawinan dalam syari’at Islam. Rineka Cipta.
Fauzan, F. (2024, November 1). MK dan keadilan prosedural: Menjaga keseimbangan hak individu dan kepentingan umum. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Idrus, A. M., Assegaf, M. R., Asti, M. J., Rahman, A., & Taudiyah, N. T. (2023). Pengabaian Hak Terhadap Mantan Istri dan Anak Pasca Perceraian di Kota Makasar; Kajian Filsafat Hukum Islam. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 10(1), 68-81.
Idum, M. K. A. A. (2023). Aspek filosofis nafkah suami terhadap istri perspektif ulama tafsir. Al-Gharra: Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 2(2), 1-13.
Iman, R. Q. (n.d.). At-tafrîq al-qadhâ’i dan kewenangan peradilan agama memutus perceraian. Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI.
https://drive.google.com/file/d/1UqbamQW7bW_V8MIRNourg_3S5YvwfuD3/view
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. (n.d.).
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2009). Al-Qur’an al-Karim. CV Jabal Raudhatul Jannah.
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2017). Surat edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2017 tentang pemberlakuan rumusan hasil rapat pleno kamar Mahkamah Agung Tahun 2017 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan.
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Surat edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang pemberlakuan rumusan hasil rapat pleno kamar Mahkamah Agung Tahun 2018 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan.
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Surat edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 tentang pemberlakuan rumusan hasil rapat pleno kamar Mahkamah Agung Tahun 2018 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan.
Khambali, M. (2017). Hukum perkawinan: Kajian perkawinan dengan alasan KDRT. Deepublish.
Kinsatker.badilag.net. (n.d.). Kumpulan dataset perkara peradilan agama.
Mu’in, F. (2020). Standar pemberian nafkah kepada istri perspektif filsafat hukum Islam. Asas, 12(1).
Najichah, N. (2020). Implikasi inisiatif perceraian terhadap hak nafkah istri. Journal of Islamic Studies and Humanities, 5(1), 42–60.
https://doi.org/10.21580/jish.v5i1.6960
Novita, H. (2020). Hak-hak perempuan pasca perceraian. YPM.
Palimbunga, I. (2024, December). Efektivitas hukum acara peradilan agama: Antara keadilan substantif dan prosedural. Jurnal Borneo.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 tentang pedoman mengadili perempuan berhadapan dengan hukum. (n.d.).
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan kesekretariatan. (n.d.).
Sabiq, S. (2017). Fiqih sunnah (8th ed.). Republika Penerbit.
Sastroatmodjo, A., & Aulawi, W. A. (1975). Hukum perkawinan di Indonesia. Bulan Bintang.
Siddik, A. (1983). Hukum perkawinan Islam. Tinta Mas.
Soemiyati. (n.d.). Hukum perkawinan Islam dan undang-undang perkawinan. Liberty.
Sulthon A., H. (2016). Tinjauan kritis terhadap hak-hak perempuan dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan: Upaya menegakkan keadilan dan perlindungan HAM perspektif filsafat hukum Islam. Fikri, 1(1).
Syarifuddin, A. (2006). Hukum perkawinan di Indonesia: Antara fikih munakahat dan undang-undang perkawinan. Prenadamedia Group.
Syarifuddin, A. (2007). Hukum perkawinan Islam di Indonesia antara fiqih munakahat dan undang-undang perkawinan. Kencana.
Umar, N. (n.d.). Fikih wanita untuk semua. Serambi Ilmu Semesta.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. (n.d.).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. (n.d.).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gunawan Gunawan, Anisah Budiwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











