Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Promosi Wisata Kota Tuo Pasar Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.47498/meuseuraya.v4i2.6325Keywords:
Instagram, Promosi Wisata, Media Sosial, Kota Tuo, Content MarketingAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Instagram sebagai media promosi Wisata Kota Tuo Pasar Bengkulu. Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan (KPP) Kawasan Wisata Kota Tuo menghadapi tantangan dalam memanfaatkan media sosial untuk menarik minat wisatawan dan mempromosikan potensi wisata lokal. Melalui pendekatan partisipatif, program ini memberikan pelatihan strategi media sosial, teknik fotografi dan videografi, serta desain grafis untuk pembuatan konten Instagram yang menarik. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025, melibatkan anggota KPP yang aktif menggunakan media sosial dan berusia di bawah empat puluh tahun. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, workshop, pelatihan praktis, dan pendampingan pengelolaan akun Instagram. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya media sosial dalam promosi wisata, peningkatan keterampilan produksi konten (foto dan video), serta terwujudnya akun Instagram resmi Wisata Kota Tuo. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat dalam pemasaran digital dan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tuo Pasar Bengkulu.
References
Aditya, R. (2015). Pengaruh media sosial Instagram terhadap minat fotografi pada komunitas fotografi Pekanbaru. Jurnal FISIP, 2(2), 1-14.
Agustina. (2016). Analisis penggunaan media sosial Instagram terhadap sikap konsumerisme remaja di SMA 3 Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 410-420.
Anggreny, I. (2017). Penggunaan Instagram sebagai media promosi (Studi deskriptif kualitatif penggunaan Instagram sebagai media promosi Galeri Kafe Kopi Praja). Jurnal Komunikasi, 8(1), 1-12.
APJII. (2016). Infografis: Penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Ayun, P. Q. (2015). Fenomena remaja menggunakan media sosial dalam membentuk identitas. Jurnal Channel, 3(2), 1-16. http://dx.doi.org/10.12928/channel.v3i2.3270
Badan Ekonomi Kreatif. (2019). Opus: Creative economy outlook 2019. Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509-523. https://doi.org/10.1086/268109
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2022). Statistik pariwisata Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Kotler, P., & Lee, N. R. (2009). Up and out of poverty: The social marketing solution. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Murphy, P. E. (2013). Tourism: A community approach (RLE tourism). London: Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203082690
Robles, M. M. (2012). Executive perceptions of the top 10 soft skills needed in today's workplace. Business Communication Quarterly, 75(4), 453-465. https://doi.org/10.1177/1080569912460400
Sukmadinata, N. S. (2009). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sumardi Efendi, S. H. I., Ramli, M. A., Benni Erick, S. H. I., Dar Kasih, M. S., Fitria Akmal, S., Jamiati, K. N., ... & Yuli Santri Isma, S. (2025). Metodologi Pengabdian Masyarakat. Pena Cendekia Pustaka.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
We Are Social. (2023). Digital 2023: Indonesia. Retrieved from https://wearesocial.com/id/blog/2023/01/digital-2023/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sarrah Kurnia Fadhillah, Fitria Akmal, Jamiati KN, Yuli Santri Isma, Amaul Husna, Syarifah Chairuunisak, Depita Kardiati, Yeni Kartika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




