Konsumerisme dan Meningkatnya Timbunan Sampah Di Provinsi Aceh Ditinjau Dari Fiqh Al-Bi’ah

  • Zulfikar Riza Haris Pohan STIT Hamzah Fansuri Subulussalam
  • Ramli Ramli STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Anwar STAIN Teungku Dirungdeng Meulaboh
  • Iin Meriza STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Ismail Angkat STAIN Teungku Dirungdeng Meulaboh
Keywords: Aceh, Perilaku Konsumtif, Sampah, Fiqh al-Bi’ah

Abstract

Sampah di Provinsi Aceh setiap tahun meningkat, di Kota Banda Aceh saja pada tahun 2023 terdapat 240 ton sampah per hari. Namun, peningkatan sampah tersebut juga terjadi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Hal ini terkait dengan dua hal, minimnya regulasi penanganan sampah dan semakin tingginya watak konsumerisme di Aceh. Program JAKSTRADA di Aceh melalui Dinas KLHK pada tahun 208 telah membentuk PermenLHK, namun demikian hal tersebut belum menemukan hasil yang ideal. Pasalnya, penanganan sampah bukan hanya ada pada dinas terkait atau regulasi, melainkan dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. Untuk menerapkan sistem kebersihan, di dalam khazanah Islam terdapat fiqh al-Bi’ah (fiqh lingkungan) yang menerapkan kebersihan yang bersumber dari kesadaran untuk meminimalisir sifat konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sampah dalam perspektif yang lebih mendalam pada sifat dan budaya masyarakat dalam mempersepsikan sampah. Sebagai penelitian yang mencoba mencari akar suprastruktural dari permasalahan sampah tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, data-data yang didapatkan dari berbagai temuan media dan analisa mengenai fenomena terkait. Penelitian ini diharapkan menjadi salah-satu sumber rujukan untuk meminimalisir timbunan sampah di Aceh dengan cara pembacaan pada sifat konsumerisme di Aceh.

Published
2023-12-11