Akad Murabahah Bil Wakalah Pada Pembiayaan Jual Beli di Koperasi Permodalan Nasional Madani Mekar Cabang Aceh Barat

  • Lia Murlisa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Annisa Mellani Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Rozatul Fitri Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
  • Eli Aksiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
Keywords: Murabahah bil Wakalah, Jual Beli, PNM Mekar.

Abstract

Murabahah bil wakalah adalah jual beli dengan sistem wakalah. Dalam jual beli sistem ini pihak penjual mewakilkan pembeliannya kepada nasabah, dengan demikian akad pertama adalah akad wakalah setelah akad wakalah berakhir yang ditandai dengan penyerahan barang dari nasabah ke Lembaga Keuangan Syariah kemudian pihak lembaga memberikan akad murabahah. Praktik pembiayaan murabahah dalam produk mekaar syariah di PNM, menggunakan dua akad, yaitu akad murabahah dan akad wakalah. Penyertaan akad wakalah dalam pembiayaan murabahah dimaksudkan sebagai pelimpahan kekuasaan atas pembelian barang yang seharusnya dilakukan oleh pihak PNM (bai) kepada nasabah (musytari). Karena dalam pembiayaan murabahah di PNM mereka tidak menyediakan barang sebagai objek jual beli, melainkan menggantinya dengan uang. Penelitian ini dirasa perlu, untuk merumuskan bagaimana seharusnya akad Murabahah bil wakalah itu diterapkan dalam pembiayaan agar tidak melanggar aturan fiqh muamalah. Adapun, metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa praktik pembiayaan murabahah di PNM Mekaar belum memenuhi rukun dan syarat murabahah yang telah ditetapkan dalam hukum Islam. Hal ini dilihat dari pihak PNM melakukan pembiayaan untuk pembelian barang, tetapi PNM tidak memberikan barang, melainkan uang sesuai dengan pengajuan yang diajukan. Selanjutnya, apabila melihat pada tingkat efisiensi dalam permodalan, baiknya pembiayaan modal usaha lebih tepat menggunakan akad mudharabah atau musyarakah. Mengingat kedua akad tersebut adalah dasar dalam pemberian pinjaman modal usaha. Hal tersebut menyebabkan penerapan akad wakalah dirasa kurang tepat, sehingga menghilangkan fungsi dari akad wakalah itu sendiri.

References

Ali, Zainuddin (2008). Hukum Perbankan Syariah. Jakarta, Sinar Grafika.

Amirudin dan Asikin, Zainal (2003). Pengantar Metode dan Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dahlan, Ahmad (2012). Bank Syariah Teoritik, Praktik, Kritik. Yogyakarta, Teras.

Ghofur Anshori, Abdul (2008). Penerapan Prinsip Syariah: Dalam Lembaga Keuangan, Lembaga Pembiayaan, dan Perusahaan Pembiayaan. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Ghofur Anshori, Abdul (2018). Perbankan Syariah di Indonesia. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.

Iska, S. (2012). Sistem Perbankan Syariah Di Indonesia. Yogyakarta, Fajar Media Press.

Karim, Adiwarman (2006). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta, IIIT Indonesia.

Karim, Helmi ( 2002 ), fiqh muamalah, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada.

Latifatul Barokah, Hanik (2018). Analisis Pelaksanaan Akad Murabahah Untuk Modal Usaha Di Baitul Maal Wa Tamwil Istiqomah Karangrejo Tulung Agung, Skripsi, Tulung Agung, IAIN Tulung Agung.

Nur Asiyah, Binti (2014). Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, Yogyakarta, Teras.

Saputra, U. K. (2016). Penyertaan Akad Wakalah pada Pembiayaan Murabahah. Lifatah: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam.

Wardani, F. S. (2014). Studi Analisis Pelaksanaan Pembiayaan Murabahah Pada KJKS Bmt Al-Fattah Kota Solok

Wijaya, D. W. (2014). Pelaksanaan akad pembiayaan murbahah al-wakalah pada pembiayaan warung mikro dipt.bank syariah mandiri cabang medan.

Wirdiyaningsih, (2005). Bank dan Asuransi Islam di Indonesia. Jakarta, Kencana.

Published
2022-12-30
How to Cite
Murlisa, L., Mellani, A., Fitri, R., & Aksiyah, E. (2022). Akad Murabahah Bil Wakalah Pada Pembiayaan Jual Beli di Koperasi Permodalan Nasional Madani Mekar Cabang Aceh Barat. MAQASIDI: Jurnal Syariah Dan Hukum, 81-92. https://doi.org/10.47498/maqasidi.vi.1423
Section
Articles