Pengawasan Pelaksanaan Syari’at Islam Dalam Berbusana Islami Bagi Aparatur Sipil Negara Dan PPPK Di Kantor Gubernur Aceh Dalam Tinjauan Fiqh Siyasah
DOI:
https://doi.org/10.47498/constituo.v5i1.6420Keywords:
Pengawasan, Syari’at Islam, Busana Islami, Fiqh SiyasahAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Syari’at Islam Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syi’ar Islam serta Surat Edaran Pj Gubernur Aceh Nomor 451/11286 yang menegaskan kewajiban berbusana Islami di ruang publik, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN DAN PPPK) dan PPPK di Kota Banda Aceh. Sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga identitas keislaman dan ketertiban sosial. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan variasi tingkat kepatuhan, perbedaan penafsiran standar busana Islami, serta kendala dalam mekanisme pengawasan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan dan pengawasan pelaksanaan busana Islami bagi ASN DAN PPPK dan PPPK di Kota Banda Aceh serta bagaimana tinjauan Fiqh Siyasah terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hukum empiris melalui observasi lapangan, wawancara dengan aparat Satpol PP dan Wilayatul Hisbah, Aparatur Sipil Negara, PPPK, dan didukung studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan temuan lapangan dan kerangka teoritis Fiqh Siyasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan telah dilakukan secara persuasif dan edukatif, namun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan faktor kultural. Dalam perspektif Fiqh Siyasah, kebijakan ini termasuk dalam ranah siyasah syar’iyyah dan siyasah idariyyah yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan umat secara berkeadilan dan proporsional.
References
Abubakar, M. (2011). Syari’at Islam di Aceh: Sebuah model kerukunan dan kebebasan beragama. Media Syariah, 13(1), 95–110.
Afifah, A. (n.d.). Pakaian islami dalam Qanun Aceh No. 11 Tahun 2002 pasal 13 dan 23 perspektif fiqh jinayah (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6595/
Akbar, J. (n.d.). Tugas dan fungsi Wilayatul Hisbah dalam penegakan syariat Islam di Aceh Tamiang (Studi Qanun No. 13 Tahun 2003 tentang maisir) (Skripsi). IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.
Anwar, M. Z. (2011). Formalisasi syari’at Islam di Indonesia: Pendekatan pluralisme politik dalam kebijakan publik. Millah: Jurnal Studi Agama, 10(2), 213–234.
Auda, J. (2018). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London: The International Institute of Islamic Thought.
Azizy, A. Q. (2016). Eklektisisme hukum nasional: Kompetisi antara hukum Islam dan hukum umum. Yogyakarta: Gama Media.
Departemen Agama Republik Indonesia. (2008). Al-Qur’an dan terjemahannya. Bandung: Diponegoro.
Efendi, S. (2024). Transformation of Islamic Criminal Law in Modern Society in Aceh. Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial Dan Hukum Islam, 5(2), 41. https://doi.org/10.58836/al-qanun.v5i2.21513
Gumilang, M. F. W. (n.d.). Jilbab dalam Pasal 13 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syari’at Islam bidang aqidah, ibadah dan syiar Islam (Skripsi). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream
Iqbal, M. (2014). Fiqh siyasah: Kontekstualisasi doktrin politik Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
Irfan, M. N., & Masyrofah. (2022). Formalisasi syariat Islam dan tantangan sosial di Aceh. Jurnal Ahkam, 22(2), 245–268.
Jamal, A. (2021). Maqasid al-syariah dalam dinamika hukum Islam Indonesia. Banda Aceh: Lhee Sagoe Press.
Maulida, T. V. (n.d.). Implementasi Qanun No. 11 Tahun 2002 tentang berbusana islami di Kota Langsa (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. http://repository.uinsu.ac.id/11037/1
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mudzhar, M. A. (2019). Pendekatan studi Islam dalam teori dan praktik. Jakarta: Prenadamedia Group.
Pemerintah Aceh. (2002). Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syari’at Islam Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syi’ar Islam.
Rahman, A. (2017). Peran Wilayatul Hisbah mensosialisasikan Qanun No. 11 Tahun 2002 di Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Ramanda, R. (2018). Penerapan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang aqidah, ibadah, dan syi’ar Islam di Kabupaten Aceh Barat tahun 2013–2016. JOM FISIP, 5(1), 1–12.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pasal 28E dan Pasal 29).
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Aceh.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Pasal 1 ayat 2).
Ridwan, H. R., & Nurhadi. (2022). Siyasah syar’iyyah dan kebijakan publik dalam negara hukum modern. Jurnal Al-Manahij, 16(2), 189–206.
Rofiq, A. (2020). Hukum Islam di Indonesia: Dari fikih ke perundang-undangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Shihab, M. Q. (2004). Jilbab: Pakaian wanita muslimah. Jakarta: Lentera Hati.
Soekanto, S. (2014). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: UI Press.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Usman, F. (2023). Pendekatan humanis dalam penegakan qanun syariat Islam di Aceh. Jurnal Al-‘Adalah, 25(1), 85–102.
Yunus, N. R. (2014). Penerapan syariat Islam terhadap non-Muslim di Aceh. Jurnal Konstitusi, 11(2), 385–410.
Zuhaili, W. al-. (2019). Al-fiqh al-islami wa adillatuhu (Vol. 1). Damaskus: Dar al-Fikr.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 T. M. Zahid Syahidansyah, Agustin Hanapi, Muhammad Husnul Faruq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









